Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Tips Menghilangkan Grogi


           Perasaan "nervous" atau grogi di saat memulai presentasi adalah hal yang hampir pasti dialami oleh semua orang. Bahkan seseorang yang telah berpengalaman berbicara di depan umum pun tidak terlepas dari perasaan grogi atau "demam panggung" ini. Ada pakar yang mengatakan bahwa perasaan grogi ini muncul karena melemahnya rasa percaya diri pada seseorang. Namun, seorang yang sangat berkuasa pun, misal presiden direktur yang berbicara pada bawahannya, masih juga terjangkit grogi. Ada juga anjuran agar anda mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum menyajikan presentasi, namun toh perasaan grogi itu tetap muncul. Ini berarti grogi atau nervous bukanlah hal yang bisa dihindari begitu saja. Malahan bila perlu ditangani agar memberi nilai tambah dalam presentasi anda. Baiklah, anda kini sedang menunggu giliran untuk menyampaikan presentasi. Anda telah mempersiapkan segalanya. Namun, anda tetap saja grogi, nervous, gugup dan lain sebagainya. Berikut adalah tips untuk menangani rasa grogi itu.

1. Pahami bahwa perasaan grogi adalah energi positif Apa yang anda rasakan saat grogi? Dada berdebar-debar, keringat dingin mengucur, bibir bergetar, dan darah seolah mengalir lebih cepat. Pahami bahwa semua itu adalah sebuah dorongan energi yang meluap dari dalam diri anda. Tidak ada yang salah pada energi itu. Ia perlu disalurkan secara positif. Ia semestinya menjadi bahan bakar yang mendorong presentasi anda lebih baik. Anda bisa menggunakan energi itu untuk memantapkan penampilan anda.

2. Bersikaplah nothing to loose. Keinginan kita untuk bersikap sebaik-baiknya mendorong munculnya perasaan grogi. Secara negatif, pikiran kita biasanya terbebani oleh ketakutan untuk membuat kesalahan, kekhawatiran akan gagal, kecemasan bila melakukan kekonyolan, dan berbagai bayangan-bayangan negatif lainnya. Sebelum anda bisa menggunakan energi grogi itu secara positif, maka terlebih dahulu anda harus menetralisir emosi-emosi negatif tersebut. Bersikaplah "nothing to loose"; tak sesuatu yang patut kita takutkan. Bila toh kita gagal, maka tidak sesuatu yang harus menjadikan kita begitu kehilangan.

3. Tenangkan diri anda. Sementara anda menunggu giliran, atur nafas anda. Tarik nafas dalam-dalam, keluarkan lambat-lambat. Keluarkan energi yang meletup-letup dalam dada anda melalui hembusan nafas yang teratur. Tenangkan pikiran dan emosi anda. Bila perlu pejamkan mata. Kumpulkan energi itu sebaik-baiknya. Jangan biarkan mengganggu ketenangan jiwa anda.

4. Kerahkan energi anda. Kerahkan energi anda. Lepaskan energi itu dari "kekangannya". Bila para audiens memberi appalus pada pembicara sebelum anda, maka kerahkan energi anda dengan memberikan applaus yang tak kalah meriah. Berdirilah dengan sigap. Berjalanlah dengan tegap dan mantap. Bila perlu hembuskan nafas lepas sambil berteriak kecil, "yes". Atau turut bertepuk tangan menyambut applaus dari audiens. Lakukan apa-apanya dengan sikap tegas. Biarkan energi itu mengalir dalam gerakan anda.

5. Berbicaralah dengan keras dan lantang. Bila anda berbicara lambat, maka bibir anda akan semakin gemetar, suara anda pun bergetar. Salurkan rasa grogi anda melalui suara anda yang keras dan lantang. Suara keras anda bukan hanya dapat mengatasi kecemasan, namun juga sarana menyalurkan energi tersebut. Ada baiknya anda menghafal teks pertama anda namun tetap bersikap wajar.

6. Diam. Anda dapat menyalurkan ketegangan dalam diri anda pada para audiens, yaitu dengan memulai presentasi anda dengan diam beberapa detik. Biarkan ketegangan anda terserap dan jadi ketegangan audiens. Bila anda merasa ketegangan di audiens sudah cukup meninggi, mulailah presentasi anda dengan sebuah pembukaan yang kuat, tajam dan lantang.

7. Lontarkan humor yang wajar. Lenturkan kegugupan anda dengan sebuah humor yang wajar. Anda memang perlumerencanakannya dengan baik, namun jangan sampai kehilangan spontanitas.Dan, humor terbaik yang tidak akan melukai perasaan siapa pun adalah humor tentang diri anda.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tips Islami Untuk Menghafal

Tips Islami untuk Mudah Menghafal

            1. Bersungguh - sungguh dan kontinuitas

            2. Menyedikitkan makan

            3. Membiasakan melakukan shalat sunah di sepertiga malam 
yang akhir, seperti: Tahajud

            4. Membiasakan diri membaca Alquran

            5. Membiasakan membaca bacaan berikut sebelum membuka, 
membaca, dan atau menghafal kitab/pelajaran:

            Bismillaahi wa subhaanallaahi wal hamdu lillaahi wa laa 
ilaa ha illallaahu wallaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa 
billaahil 'aliyyil 'adhiim. al-'aziizil 'aliim

            Artinya: 

            "Dengan menyebut nama Allah, Mahasuci Allah dan segala 
puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Mahabesar, dan 
tiada daya dan kekuatan melainkan dari Allah Yang Mahaluhur lagi 
Mahaagung, Mahamulia, dan Maha Mengetahui."

            6. Setiap selesai shalat fardhu lima waktu membaca:

            Aamantu billaahil waahidil ahadil haqqi wahdahu laa 
syariikalahu wa kafartu bimaa siwaah

            Artinya:
            "Aku percaya kepada Allah Yang Mahaesa ZatNya, sifat-
sifatNya, dan perbuatanNya, yang hak berdiri sendiri, tiada sekutu 
bagiNya, dan aku mengingkari sesuatu selain Allah."

            7. Memperbanyak bershalawat kepada Nabi saw, menghindari 
dosa, dan meninggalkan maksiat

            8. Membiasakan diri sikat gigi (bersiwak)

            9. Meminum madu, memakan anggur merah 21 buah setiap 
pagi sebelum makan apa-apa, juga makan kurma minimal 7 buah setiap 
hari

            10. Tidak membicarakan sesuatu yang sia-sia, sedikit 
bergurau, bergaul dengan ulama dan orang-orang sholeh

            11. Ilmu yang didapatkan tidak semata untuk memperoleh 
kenikmatan duniawi, namun juga diniatkan untuk memperoleh ridho 
ilahi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Doa Islami Meruntuhkan Kesedihan

Manusia biasa yang pastinya juga merasakan kesedihan. Lha wong Nabi saja, sebagai panutan kita, juga pernah merasakan kesedihan yang amat mendalam, tatkala ditinggal mati istri beliau Khadijah serta paman beliau Abu Thalib. Pertanyaan yang selalu mengemuka kemudian: “Bisakah kita menggantikan rasa sedih itu menjadi ceria kembali dalam sekejab?”  … Ah, manusia, memang tabiatnya, selalu ingin terburu-buru!
Akan tetapi -Alhamdulillah- ternyata cara itu ada. Tetapi ada syaratnya. Apa syarat itu? Mudah saja, anda percaya dan yakin (haqqul yaqin) kepada Allah Azza wa Jalla.
Mudah-mudahan, dengan sebab membaca doa ini, Allah akan rasa sedihnya dan menggantikannya dengan rasa ceria kembali. Berikut caranya, anda cukup membaca do’a dibawah ini, disertai keyakinan bahwa Allah akan mengangkat rasa sedih anda :

اللِّهُمَّ إنِّي عَبْدُك ،
ابْنُ عَبْدِكَ ، ابْنُ أَمَتِكَ ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ ، مَاضِ فِيَّ حُكْمُكَ ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ ، أَوْ أنْزَلْتَهُ فِي كِتَاَبِكَ ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ ، أنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي ، وَ نُورَ صَدْرِي ، وَ جَلاءَ حُزْنِي ، وَ ذَهَابَ هَمِّي
Allahumma inni ‘abduka, ibnu ‘abdika, ibnu amatika, naasiyati biyadika, maadhin fiyya hukmuka, ‘adhlun fiyya qadha’uka asaluka bi kulli ismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, aw an-zaltahu fi kitabika, aw’allamtahu ahadan min khalqika, awista’tharta bihi fi ‘ilmil-ghaibi ‘indaka, an taj’alal-Qur’ ana Rabbi’a qalbi, wa nura sadri, wa jalaa’a huzni, wa dhahaba hammi
Artinya: “Ya Allah Sesungguhnya aku ini adalah hamba, anak dari hamba-Mu laki-laki, anak dari hamba-Mu perempuan. Ubun-Ubunku berada di tangan-Mu, mengikuti keputusan takdir-Mu dan berjalan sesuai dengan ketetapan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang menjadi milik-Mu, Nama yang Engkau lekatkan sendiri untuk diri-Mu, atau Engkau sebutkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang di antara hamba-Mu (Nabi), atau Engkau sembunyikan di alam keghaiban-Mu, hendaknya Engkau menjadikan al Qur’an ini sebagai penyejuk hatiku, cahaya dalam dadaku, penghilang kesedihanku dan penolak rasa gundahku.” (HR Ahmad, Ibn Hibban)
Garansi untuk mereka  yang membaca do’a ini adalah: “Barangsiapa mengalami kesedihan, lalu membaca doa (seperti yang tersebut diatas) pasti Allah lenyapkan kesedihannya itu, lalu Allah gantikan dengan keceriaan saat itu juga.”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Idola yang ideal

Idola.. ya idola! kalian semua pasti punya idola kan? mungkin idola sepakbola, artis, da'i, maupun para pejuang islam  dan negara. Itu sah-sah saja karena kita memang makhluk yang di beri oleh Allah perasaan kagum, nah tetapi kita juga harus tau bahwa kita tidak perlu mengidolakan idola kita dengan berlebihan, sehingga kita melupakan kita kepada Sang Maha Kuasa. Di dunia ini hanya 1 yang patut kita jadikan sebagai idola yaitu Nabi kita tercinta Muhammad SAW,karena beliaulah sebaik-baiknya ummat yang mempunyai sifat-sifat terpuji. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS